LYRIC OF MA BELOVED SONGS

LYRICS OF DAY6day6-i-wait-1

 How Can I Say

I Wait

You Were Beautiful

Letting Go

Advertisements

Review Mandarin Movie – The Rise Of a Tomboy

Hi, gw mau ngasih pandangan gw tentang satu film mandarin ini. Kenpa nonton mandarin? Karna menurut gw sekarang genre dan alur mandarin udah seru, dan di tambah bias-bias kece asal negri gingseng mulai mengibarkan karirnya ke negri asal Luhan ini.

PEMAIN

  • Zhao Liying as He Xiu Wu alias si tomboy atau doi.
  • Hans Zhang as Ye Si Yi alias si cowok baik yang diving di Australia.
  • Jung Il Woo as Ge Yang atau si tajir yang menurut aplikasi penemu belahan jiwa adalah jodoh si tomboy.

Ok, jadi film yang gw tonton sebelum bulan puasa ini berjudul The Rise of a Tomboy. Ceritanya berawal dari seorang cewek China yang kuliah di Australia dan ia pengen menciptakan dan meneliti rumua cinta. Menurut doi dengan rumus cinta seseorang bisa nemuin pasangan yang pas dan ga bakal berakhir di meja hijau. So dosen dia nolak dong, karna cinta itu bukan hal iliah, tapi berdasarkan perasaan. Tapi doi ngotot tetep lanjutin penelitian karna dia ga mau ada anak yg terluka efek perceraian orang tua yang salah menemukan pasangan hidup.

Satu kampus nganggep doi sedeng, dia emang cewek jenius di kampus nya. Dan kelewat percaya diri. Dengan rumus cintanya dia jadiin temen sekamarnya sebagai kelinci percobaan. Awalnya keliataan sukses, temennya dapet pacar, sayang-sayangan eh tapi ujungnya gagal juga. Temennya sampe mau bunuh diri.

Pas temennya mau bunuh diri, di selamatin sama cowok China yang lagi liburan untuk diving. Dia pikir cowok yg baik ini adalah cowok brengsek yang mutusin temennya. Yaudah langsung di hajar aja itu cowok ama doi.

Terus dia masih ngotot buat lanjutin eksperiennya, dia ke daerah pelacuran buat neliti masyarakat saat ini. Eh dia ketemu cowok yg nolongin temennya tadi, dan doi salah sangka lagi. Pokoknya tiap ketemu mereka berantem.

Karna dia kurang dukungan buat penelitian, dia pun memutuskan untuk mencoba rumua itu kedirinya sendiri. Dan katanya jodohnya bakal dia temuin di China. Dan oh ya, syarat sampe ketemu rumus. Si pengguna rumus harus lakuin pacaran sampah dulu sampe ketemu belahan jiwa sesungguhnya. YAUDAH LANGUNG AJA DOI TERBANG BALIK KE CHINA, Cowok baik yg di netthink-in ama doi juga balik ke China bareng doi.

Eh pas sampe di bandara China, doi liat cowok baik itu di jemput cewek cantik. Karna di otak doi itu cowok brengsek yang ngelukain temennya. Doi langsung teriak kalo itu cowok bejat yang nawar cewek dengan harga murah. Eh cewek yang cantik itupun marah.

Ternyata doi salah narik koper, dia pergi bawa koper cowok itu. Dan cowok itu pulang ga bawa apa-apa. Saat mau ke hotel, cewek itu baru engeh itu bukan koper dia. Semua identitas dia gaada, dan dia ga bisa nginep di hotel. Akhirnya dia ke rumah cowok itu dan nebeng hidup.

Berasa itu rumah sendiri, dia jadiin rumah itu laboratorium penelitiannya. Ternyata cowok itu emang baik – baik banget, dia itu musisi ganteng😎.

Selama nunggu tanggal ketemu jodoh si doi di tawarin bikin aplikasi rumus cinta sama seorang ganteng yang tajir. Orang tajir itu adalah JUNG IL WOO (malaikat maut di drama 49days).

Ternyata doi sama jung il woo agak mirip, sama2 suka sudoku sama2 pinter.

Inget ga syarat biar ketemu belahan jiwa? Harus jalanin pacaran sampah dulukan? Cowok yang ditebengin ini nawarin diri untuk jadi pacar sampah si tomboy selama sehari.

Jujur ga kaya boongan pacarannya, so sweet kata gw mah😍. Si doi aja ampe baper, dan ngerasa cowok itu pacarnya beneran. Tapi, cewek yang dateng pas di bandara itu nongol dan kayak mau ngambil cowok baik itu. Si doi jadi ngejauh ama cowoknya, karna cowoknya lebih milih nyamperin cewek yang di bandara itu. Dan si tomboy makin deket sama Jung Il woo. Dan aplikasi itu bilang jodohnya emang Jung Il Woo.

Tepat hari dimana dia bakal ketemu soulmate nya, ujan lebat turun. Si cowok baik dateng larian2 tanpa payung demi ngejar si tomboy. Kemaren itu dia samperin cewek satu lagi buat bilang dia milih si tomboy. 

Tapi tomboy udah bertekat buat milih jodoh yang di tunjukin aplikasi, jadi saat dua cowok inu ada di depan dia. Diapun milih Jung Il Woo. Terus pindah ke rumah il woo.

Tapi saat Il Woo ngelmar dia, ga sengaja lagu yang dimainin ama cowok satu lagi keputer. Dan si tomboy sadar, cinta datang dari perasaan bukan ditemuin oleh rumus scientific.

Tapi terlambat, cowok itu udah pindah dari rumahnya dan pergi ga tau kemana. Tomboypun balik ke Australia buat laporan ke dosen nya kalau dia ga jadi neliti rumus cinta.

Dan kata dosennya semua anak muda seperti itu kalo menyangkut cinta, dan si dosen mau ngenalin anaknya ke si tomboy. Dan anaknya adalah COWOK BAIK DARI CHINA YANG DIA BUANH DEMI JODOH DARI APLIAKSI PENEMU CINTA.
Selesai. Reviewnya ini film bagus banget di tonton buat yang suka romantic comedy. Karna si tokoh utama puny cara tersendiri nunjukin perasaannya ke ai tomboy. Dan si tomboy punya caranya sendiri buat ngerespon perasaan itu. Dan yang kocak selama di China tomboy ini ikut biro jodoh buat nyari pacar sampah, dia juga ikutan club kumpulan cewek tomboy. Pokoknya harus nonton ya. Kalian bisa donload Disini dari web orang yang gw dapet dari google

selamat menonton film recomended ini.

GOSSIP GIRL #5

Sudah 20 hari Se Young menghabiskan hari harinya sebagai pacar Oh Sehun, 20 hari Se Young jalani dengan lebih banyak rasa kesal. Walau terkadang Oh Sehun juga sukses membuat Se Young tersenyum di belakang Sehun. Terkadang ia ingin membunuh Sehun, terkadang ia ingin Sehun berada disebelahnya tanpa suatu alas an dan ia sulit mengartikan arti Sehun di hidupnya.

“…”

“Aku yakin ini hanya bagian dari permainannya, Eunjiya,” Ucap Se Young dibawa oleh satelit telepon langsung menuju handphone Jung Eunji.

“…”

“Kau selalu membela iblis itu Eunji!”

“…”

“Iya, aku tahu aku harus berpikir positif tapi coba kau bayangkan! Kita hanya bersandiwara sebulan dan dia berani beraninya menciumku! Aku yakin dia menganggapku sebagai bonekanya!”

“…”

“Baiklah aku akan tetap menjalaninya tapi mungkin aku akan sedikit lebih tegas dengan iblis itu”

Se Young mengakhiri panggilannya. Setelah kejadianSehun menciumnya tadi sore, Se Young menjadi lebih tak terkendali. Kadang ia kesal, tersenyum sendiri, memukul boneka, bernyanyi lagu cinta, mengutuki dirinya sendiri.

***

Se Young diam di atas balkon rumahnya melihat pemandangan di luar. Getaran pesan masuk dari handphonenya ikut mengetarkan meja letak handphone itu berada.

 

From : HunDe

Mianhae

 

Itu adalah pesan yang sama dari jumat malam. Sudah 7 pesan yang sama Sehun kirimkan selama kurang lebih 30 jam dari insiden ciuman itu dan sudah kurang lebih 30 jam juga Se Young tidak mempedulikan Sehun.

***

Sehun memandangi handphonenya dengan wajah merasa bersalah. Ia menunggu dan menunggu pesan balasan dari Se Young yang tak kunjung tiba.

“Ada apa dengan wajah anak itu?” Tanya Huang Zi Tao kepada Luhan, salah satu penghuni rumah Sehun

“Dia sedang galau,”

“Galau? Ternyata seorang Oh Sehun juga bisa merasakan galau?” Zang Yi Xing atau yang lebih dikenal dengan sebutan Lay ikut dalam percakapan.

“Yah, lihatlah dia sekarang, menatap layar handphonenya terus tanpa berkedip dari Jumat malam.” Tutur Luhan.

“Ayo Sehun, letakkan handphonemu dan ikut makan bersama kami, kau tahu aku dan Tao akan sangat cepat menghabiskan makanan cina buatan Lay,” ucap Luhan dengan mulut penuh makanan dimulutnya.

“Ne, hyung.” Sehun hanya menjawab singkat namun ia sama sekali tidak beranjak dari sofanya.

“Makan atau ku tusuk kau dengan pedangku,” Tao yang memang mahir kungfu menarik Sehun dari sofa untuk segera makan. Sehun yang masih sayang dengan nyawanya menurut untuk beranjak ke meja makan.

“Hyung, aku melakukan kesalahan,” bukannya makan Sehun malah mulai bercerita

“Apa itu? Ceritakanlah,” Tao yang sedang mengambil nasi dibuatnya penasaran.

“Aku membuat gadis yang kucintai marah,” Sehun berkata sambil menundukan kepalanya ke meja makan karena malu.

“Marah? Karena?” Lay pun ikut penasaran

“Aku menciumnya Karena cemburu,”

“Oh Sehun… kau sudah dewasa,” ucap Tao sedikit kaget.

“Ottoke hyung?”

“Tunggu- siapa gadis itu? Kita bertiga sama sekali belum tahu siapa gadis yang sudah merebut hatimu itu.” Lay semakin penasaran dengan cerita Sehun.

Sehun pun mulai bercerita tentang gadis inin. Katanya gadis ini adalah yeoja pertama dari Chungu yang ia temui , dan ia langsung jatuh cinta padanya saat pandangan pertama dan hal yang paling membuatnya senang adalah yeoja itu satu kelas dengannya.

Mereka selalu bertemu di halte dan berangkat sekolah bersama dari halte. Yeoja ini sering mengajaknya bercerita tentang berita aktual alias gossip, pernah satu hari yeoja ini tersenyum manis dan berkata bahwa Sehun adalah pendengar yang baik.

Kedekatan mereka hanya bertahan sebentar, yeoja ini selalu dikerumuni oleh yeoja lainnya karena keahliannya mendapatkan berita berita yang actual. Sehun tahu bahwa yeoja ini memang mendapat pengakuan dari orang lain akan bakatnya itu tapi tidak jarang  yeoja ini juga terseret ke dalam masalah. Walau jarak mereka mulai menjauh Sehun tetap memperhatikan yeoja itu. Jika dulu mereka selalu bertukar cerita di pagi hari, kini mereka saling bertukar ejek. Sehun yang selalu menghina yeoja itu rubah berlidah api dan yeoja itu yang selalu membalas dengan mengatakan bahwa sehun adalah iblis albino. Tapi sebenarnya ini adalah Sehun agar terus membangun jarak dengan yeoja itu.

Sempat suatu saat Sehun ingin menyatakan perasaannya kepada yeoja itu dan memintanya untuk berhenti menjadi ratu gossip tapi entah karena apa hari itu adalah hari di mana sehun benar benar masuk ke dalam kehidupan yeoja itu dan saat itu juga hubungan mereka sudah berstatus sebagai pasangan kekasih. Sehun tahu bahwa ini adalah cara yang salah tapi ia pikir dengan hal ini mungkin ia bisa mulai merebut hati yeoja itu. Cerita Sehun berakhir dengan kejadian ketika mencium yeoja itu, sehun begitu takut bila yeoja itu marah padanya dan menjauh selamanya dari hidupnya.

“hahahaha… ternyata kau sangat licik Sehun,” ucap Lay yang tidak bisa menahan tawanya begitu mendengar cerita Sehun.

“Apa yang harus aku lakukan?”

Ketiga hyungnya itu diam sejenak dan detik berikutnya “Jujur saja padanya,” itu adalah nasihat yang diucapakan oleh tiga hyung itu secara serempak. Bicara memang mudah, sehun juga ingin melakukan hal itu dari dulu tapi untuk melakukannya adalah hal yang sulit.

***

Setelah menyiapkan buku pelajaran untuk senin besok se young memutuskan melanjutkan harinya di kamar. Hembusan angina malam itu berubah menjadi hawa dingin saat memasuki kamar se young.

Xoxo xoxo xoxo, alunan music xoxo milik exo terdengar dari handphone se young.

“Annyeong,” se young mengangkat telepon dari nomor yang tidak kenal itu.

“…”

“Oh, Jangdae oppa, ada apa oppa meneleponku malam malam?”

“…”

“Oppa yakin ingin menjemputku?”

“…”

“ne… baiklah, gamsahaminda oppa.” Se young pun memutuskan percakapannya.

****

Dalamnya laut tingginya langit masih dapat diukur tapi hati manusia siapa yang dapat menebaknya?

“Chanyeol, aku mohon…” Se young terlihat sedang memohon sesuatu kepada sahabat Sehun itu

“Sayang, ayolah bantu sahabatku ini,” eunji juga terlihat sedang membantu Se young untuk memohon sesuatu.

“arra, arra!” chanyeol terlihat sedikit kesal karena waktunya yang seharusnya ia habiskan bersama eunji harus terpotong beberapa menit hanya untuk mengantarkan bekal makanan kepada Sehun.

***

“Hiaa! Oh Sehun bisakah kau tidak membawaku ke dalam permasalahanmu,” ucap Chanyeol yang melempar kotak bekal itu dihadapan Sehun

“Mian,” hanya itu yang diucapkan Sehun lalu ia membuka kotak bekal itu dan memandanginya sejenak. Itu adalah bekal terakhir yang akan didapatkan Sehun

“meski Se Young sedang kesal denganmu, ia tetap menghias bekal itu,” ucap chanyeol sambil menunjuk kotak bekal yang dari tadi hanya dipandangin oleh Sehun. “Jelas dia peduli padamu, Sehuna.”

Sehun hanya berharap itu adalah kenyataan.

“Sudah sana, kau lanjutkan cerita cintamu bersama Jung Eunji,” Sehun mengibaskan tangannya mengusir Park Chanyeol.

***

FROM : JongDae Oppa

Aku akan menunggumu di halte chungu jam 4 sore

Se young membaca pesan itu tanpa ekspresi, dan yang heboh adalah Jung Eunji yang ikut membaca pesan itu.

“JongDae oppa, kembali?”Se Young menjawab pertanyaan Eunji hanya dengan anggukan kecil.

“Kapan kau bertemu dengannya? Di mana? Di mana?”

“Di bis, beberapa menit sebelum Sehun menciumku.”

“Uweeee… benarkah?” Se Young hanya terdiam tanpa kata.

“Jadi, Sehun jelek itu cemburu?”

“Entahlah,” Se Young menempelkan dahinya ke atas meja, lalu menutup mata untuk keluar sejenak dari kebisingan.

***

“Oppa, mian membuatmu menunggu lama.” Se Young tiba di halted an mendapati JongDae sedang duduk sambil menguap.

“Ne, andwe, aku juga baru sampai.” Ucap JongDae bohong, padahal ia sudah menunggu hampir satu jam lamanya. Jong Dae berdiri dan menarik tangan Se Young, “Ayo, kita bernostalgia!”

Kim JongDae membawa Se Young ke Holly Café yang jaraknya tidak jauh dari halte Chungu. Café yang lambangnya berwarna ungu itu, kini tak bergitu ramai. JongDae memesan 2 gelas lemon tea dan satu buah waffle unutk dia dan Se Young nikmati sore ni.

“Apa kau ingat saat SMP dulu kita serinng membolos ke pasar untuk makan kue beras berdua?” Tanya JongDae antusias.

“Ne, oppa.” Se Young tersenyum.

“Apa kau masih sendiri, seyounga?” Se Young mendongkak dan menatap tepat ke dalam bola mata Jong Dae, ia tidak harus menjawab apa. Apa ia benar masih sendiri? Lalu bagaimana dengan Sehun? Ia tahu bahwa ia hanya menjadi pacar pura-pura Sehun, tapi apa maksud dari ciuman itu? Mengapa Sehun menciumnya  jika ia hanya dianggap sebagai pacar pura-pura. Apa Se Young bisa berharap lebih pada Sehun. Memikirkan hal itu membuat pipi Se Young terasa panas.

“Karna kau diam cukup lama, aku anggap kau masih sendiri.”

Dan Se Young hanya diam tanpa menjawab apapun.

***

Saat lampu lalu lintas di persimpangan berubah dari merah menjadi hijau, apa yang pengendara lakukan? Ya, tentu saja tancap gas dan langsung melaju tanpa henti. Itulah yang kini Kim JongDae lakukan. Ia merasa Se Young memberikan lampu hijau kepadanya.

FROM : JongDae Oppa

Apa kau sudah makan malam? Kalau belum makan, makanlah sebelum kau sakit

Se Young tidak begitu peduli dengan pesan dari JongDae, ia hanya membalas sekadarnya.

TO: JongDae Oppa

Ne, gomawo

FROM : JongDae Oppa

Anak pintar

***

Sisa 7 hari lagi dan Sehun merasa Se Young semakin menjauh darinya. Ditambah hari ini ia melihat Se Young pulang bersama dengan JongDae seperti kemarin. Sakit hati? Ya, sehun merasakannya, tapi yang terasa di hati Sehun adalah penyesalan. Penyesalan tanpa ujung.

“Ada apa kali ini?” Luhan terheran-heran melihat Sehun yang sama sekali tidak bersemangat.

“Sudah dua hari dia pulang bersama mantannya dan dia semakin menjauh dariku.”

“Benarkah? Apa kau sudah mengatakan yang sebenarnya padanya?”

“Belum Hyung,”-

***

Sisa enam hari lagi dan sore ini Se Young dijemput kembali oleh JongDar. Bahkan hari ini JongDae menjemputnya langsung di gerbang sekolah dan dan bukan di halte. Jong Dae mengalungkan syal di leher Se Young untuk membuatnya tetap hangat. Jong Dae bersikap seperti seorang gentleman, dan sehun hanya bisa melihatnya dari jendela kelas 2-5

“Kau akan melepaskannya?” Tanya Chanyeol sambil menyapu, hari ini memang jadwal Chanyeol dan sehun piket.

“Iya, kalau kau hanya diam, Se Young bisa kembali pada Jong Dae. Aku yakin Jong Dae adalah mantan terindah Se Young,” jelas Eunji.

Sehun tetap memperhatikan pemandang di luar jendela, melihat hingga Se Young benar-benar menghilang dari jangkauan pandangannya, lalu ia mengeluarkan handphone dari sakunya dan mengetik sesuatu.

TO : Lee Se Young

Mianhae, bogosipo

***

“Jadi, namja itu yang selalu kau ceritakan?” suara Luhan yang berada di belakang Se Young membuatnya memutar badannya

“Oh, Annyeong Luhan-Ssi”

“Jadi, dia namjachingu pura-puramu?” Luhan kembali bertanya kepada Se Young.

“Ani,” se Young menggelengkan kepalanya. “Dia adalah sunbaenimku saat SMP” jelas Se Young

“Oh, begitu. Jadi apa kabar dengan namja itu?”

“Saat ini entah aku atau dia yang menjauh,” se young mehanan ucapannya. “Mungkin aku merindukan saat-saat bersamanya, oppa.”

Luhan masih belum terlalu mengerti dengan situasi yang terjadi, “Bagaimana jika kita duduk dulu di sana?” Luhan menunjuk bangku di ujung jalan.

Se Young mengikuti langkah Luhan berjalan menuju bangku itu. Mereka duduk diam memandangi keadaan di taman itu. Tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa orang yang juga sedang duduk-duduk sambil menikmati taman ini.

“Namja itu memperlakukanku seperti kekasih pada umumnya,” se young membuka pembicaraan.

“apa yang salah dengan itu? Apa hal itu yang membuatmu menjadi galau seperti ini?”

“Aku tidak tahu perasaanya yang sebenarnya. Karena selama ini, kami tidak pernah dekat, oppa.”

“Jadi, kau menyukai namja itu?”

Ucapan Luhan membuat se young mendongkak melihat wajah Luhan dihadapanya.

“Kau belum mengetahui perasaanmu sendiri, seyounga.” Ucap Luhan lembut

Se Young terdiam dan berpikir, Oh Sehun, nama yang mengisi hari-harinya belakang ini dan orang yang tidak pernah absen membangunkannya. Orang yang selalu bilang dirinya jagi masak, walau orang lain bilang se young aneh sendiri kalau membuat makanan.

“Bagaimana?” Luhan memutuskan lamunan Se Young

“Oppa, gomawo.”

 

***

Mentari senja menjadi saksi bisu kegalauan Oh sehun. Tanpa alasan ia turun di halte bus sector 5 dan melangkahkan kakinya ke sector 5B. ia harap sesuatu akan terjadi hari ini.

“Hyung?!” Oh Sehun kaget melihat Luhan yang sedang berbincang duduk di sebelah Lee Se Young. Sehun mengambil handphone dari dalam sakunya dan segera menelepon Luhan

“Halo, Hyung, kenapa kau belum pulang? Aku sudah lapar!” Sehun sengaja berbohong untuk memastikan Luhan tidak curiga.

“…”

“Jadi, hyung akan pulang sejam lagi? Lebih baik hyung bungkusan aku nasi dari kantin kampus hyung saja.”

“…”

“Oh, di taman sektor 5? Apa yang sedang hyung lakukan di sana?”

“…”

“Tidak, aku tidak kepo. Ini hanya karena efek lapar, hyung. Cepat selesaikan urusan hyung dan bawakan aku makanan.”

“…”

“Ne, gowamo, hyung. Aku menunggumu, saranghae,”

“Iya, aku akan bungkuskan.”

“…” Luhan mematikan panggilan telepon dari Sehun.

“Apa  itu adikmu yang suka pedas?” Tanya Se Young yang daritadi ikut mendengar pembicaraan Luhan di telepon.

“Ne, dia sudah merintih kelaparan,”

“Mian, Luhan-Ssi, aku membuatmu pulang terlambat.”

“Tidak, itu bukan salahmu,”

“Luhan-ssi, kau tinggal di sector 7A, bukan?” Luhan menjawab dengan anggukan. “Namja menyebalkan itu juga tinggal di sector 7A.”

“Benarkah?” luhan berpikir, apa ada lagi anak chungu di sector 7A, selain Sehun. “Siapa nama namja itu?”

“Namanya Oh Sehun. Dia anak rumahan.” Luhan terkesiap-terkejut. Jadi selama ini ia mendengarkan sebuah cerita dari 2 sudut pandang yang berbeda. Tapi Luhan sedikit bersyukur baru tahu kenyataan ini sekarang. Kalau ia tahu dari awal, pasti ia akan membaik-baikan sosok Sehun di depan Se Young. Ia pun sadar, selama ini ia telah menjadi mak comblang ke dua remaja itu.

“Ada apa dengan ekspresimu, oppa? Apa kau mengenalnya?”

“Aniya, ah! Aku harus segera pulang, adikku pasti akan semakin menjadi jika aku tidak segera membawakannya makanan.”

“Oh, ne. terima kasih, oppa sudah mau mendengarkan ceritaku.”

***

Di meja makan sudah berkumpul; Luhan Sehun dan Lay yang masing-masing menikmati makanan mereka dalam diam, tapi hal ini lain untuk Sehun, walau terlihat sedang makan, pikirannya sebenarnya tidak sedang focus.

“Hyung,” Sehun pun angkat bicara

“Ya?”

“emm…” Sehun hanya bergumam pelan, “Tidak apa, lupakan.”

“Hyung…” Sehun kembali memanggil Luhan

“…” kali ini Luhan hanya diam saja sambil terus mengunyah makanannya.

“Hyung!” Sehun pun berbicara dengan nada yang semakin tinggi

“Ya! Ada apa denganmu sebenarnya?”

“Apa yang hyung lakukan di sector 5?”

“Hah? Hanya itu?” Lay tiba-tiba langsung menyeletuk kecewa, setelah melihat ketegangan yang terjadi beberapa detik yang lalu.

“Ohh, aku hanya berbincang dengan…” Luhan sengaja menggantung ucapannya

“Dengan siapa?”

“Dengan seseorang… seorang yeoja yang menarik perhatianku.”

Mata Sehun terbelalak marah, rahangnya mengeras, ingin rasanya ia meneriaki Luhan bahwa itu adalah yeojanya.

“Kenapa kau diam saja?”

“Aku…” Sehun tidak mungkin mengatakan bahwa yeoja itu adalah kekasih Sehun, ia takut hal itu malah akan merusak hubungannya dengan hyungnya itu.

***

Se Young memasuki area sekolah dengan sukacita, tadi ia melihat gerbang sekolahnya berwarna merah muda.

“Hey, Lee Se Young,kemarin kau pulang dengan JongDae oppa?” Tanya Naeun

“Bukan urusanmu!” jawab se Young ketus

“Ow, galak sekali. Ayo kita bergosip! Menggosipkan kau yang ternyata seorang player!” Naeun meninggalkan Se Young dengan tawa kemenangan dan Se young hanya bisa diam mematung.

“Ya, Tuhan, apa ini karma?” dengan lemas Se Young mengelus dadanya

Park Chanyeol melewati Se Young, namun ia berjalan mundur kembali ke tempat se young berdiri setelah sadar pacar temannya itu aneg, tak seperti biasanya.

“Se Young…. Se Young…” ucap chanyeol sambil melambaikan tangannya di hadapan Se Young

Tidak ada respon dari si pemilik nama itu, ia pergi begitu saja dengan tatapan kosong.

“Ada, apa dengannya? Aneh sekali,”

“Kau kenapa, chagiya?” Eunji datang beberapa saat setelah kepergian Se Young

“Tidak, tidak apa-apa,” Chanyeol menggelengkan kepalanya dengan pelan. “Ayo ke kelas,” iapun menariktangan Eunji untuk masuk ke kelas.

***

Sehun menuruni bis dengan lemas, sisa lima hari. Pikiran it uterus yang memutari otaknya, apa ia harus merelakan Se Young untuk Luhan? Ia sangat tahu Luhan adalah lelaki baik yang pasti bisa membuat Se Young bahagia. Sanagat berbeda bila dibandingkan dengannya yang hanya bisa membuat Se Young kesal.

“Hey, yang tinggi disana!” Sehun yang awalnya berjalan seperti keong sambil menunduk kini mengadahkan kepalanya dan melihat orang yang memanggilnya.

“naeya?”

“Sudah jam berapa ini?! Kau hanya santai saja disana? Dasar anak nakal.” Sehun memandang jam tangan yang melingkar indah di pergelangannya. Tergambar indah 08:05 KST disana. Ia sudah telat! Dengan cepat ia berlalri dan melewati guru piket yang menegornya.

“Untuk sekali ini saja, Mianhae saem…”

Sehun memasuki kelas dengan nafas yang tak beraturan, “Jam berapa ini, eoh?” Han Seonsangnim yang berada di mejanya memandang Sehun dengan tegas.

“Jeosseonghimnida seonsangnim,” setelah mengatur nafasnya, Sehun menunduk dan lalu berjalan ke tempatgnya.

“Sepertinya kau malas ke sekolah hari ini, hun,” Chanyeol memandangi keadaan Sehun yhang cukup kacau hari ini.

“ne”

“Kau dan yeojamu itu sama saja, hun. Kalau kalian sedang ada masalah lekas selesaikan! Jangan hanya diam dan bertingkah kebahagiaan kalian telah disedot oleh malaikat kematian.”

Sehun menoleh kearah Chanyeol dengan jengkel,”Kau yang cintanya terbalas diam saja! Jangan berucap seolah-olah kau mengerti perasaanku saat ini.” sekali ucap, dan mereka diam seperti sedang perang dingin sampai istirahat datang.

Bel istirahatg berbunyi, dengan semangat Chanyeol bersiap menuju kelas Eunji, “Hun, hari ini tidak ada bekal sialan yang akan mengganggu waktu berduaanku dengan Eunjikan?”

“Pergilah, hari ini dan seterunya aku tak akan mengganggumu dan Eunji. Bilang pada Se Young, tak perlu setor muka padaku.” Chanyeol meninggalkan Sehun dengan terheran-heran.

“Dia kenapa sih? Seperti putus cinta saja,”

***

“Yeobo!” Eunji dengan hangat menyambut kekasihnya dengan pelukan. “Ayo kita ke kantin!”

“Chamkkan,”

“wae?” Eunji mengikuti arah pandang Chanyeol, “eoh, arrasseo!. Se Younga, kau tak menghampiri namjamu?”

Se Young yang sedang menulis beralih memandang Eunji, “Tidak, kata Sehun ia sedang lemas. Kau tidak perlu berkunjung hari ini Young.”

Se Young langsung berdiri dan tanpa babibu berlari melewati Chanyeol dan Eunji setelah mendengar bahwa Sehun sedang lemas.

“Mereka berdua kenapa sih?” Tanya Chanyeol dengan bête,Eunji menjawab dengan mengangkat bahunya dan lalu menarik tangan Chanyeol untuk pergi ke kantin.

Setelah berlari sepanjang 2-2 sampai 2-5 Se Young memperlambat langkahnya, berjalan perlahan kea rah Sehun. Tatapan panic jelas terukir di maniknya yang indah. “Sehuna,” panggilnya cemas. Sang empunya nama hanya menduduk di atas mejanya. “Ka-kau sakit?” Tanya sambil perlahan mencoba untuk menyentuh kepala Sehun yang tertunduk.

Sehun terbangun, dengan cepat menepis tangan Se Young dan memberi tatapan sinis kepada gadis itu, “Kenapa kau ke kelasku?” Se Young kaget dan merasa pilu, matganya menatap Sehun dengan lekat, mencari kebenaran dimata Sehun, apakah ini memang Sehunnya?. Merasa canggung dengan tatapn Se Young, Sehun menurunkan pandangannya. Sejujurnya, hati kecilnhya menolak melakukan hal tersebut kepada Se Young.

“AKU HANYA MENYETOR WAJAHKU, BODOH! AKU BUKAN ORANG YANG SUKA INGKAR JANJI. DASAR OHSEHUN BODOH!” Setelah mengucapkannya dengan satu tarikan nafas, Se Young pergi tanpa sekalipun melihat kea rah Sehun.

Se Young berlari ke toilet di ujung koridor kelasnya, Ia memasuki bilik paling ujung. Mengunci pintu bilik dan duduk di atas toilet, “HUNDE BODOH! jeongmal baboyo!!! Bisakah kau mengerti diriku? Baboya hiiks… hiksss..”

TRENG! Sebuah pesan masuk ke handphone Se Young. Dengan suasana hati tak karuan Se Young membaca pesan tersebut. Pesan dari Namja yang kini sedang ditangisinya.

From: HunDe

                Anggap saja kita sudah satu bulan. Tak perlu memberikanku bekal lagi atau sekedar setor muka padaku lagi. Lee Se Young, hari ini kau bebas.

                Mata Se Young memanas, hatinya bergejolak, Kristal bening itu lolos dengan mudah dari manik matanya. “Paboya!” tangisnya semakin besar, “Hiiikkksss…. Aku menyukaimu bodoh. Huaaaa OH Sehun Hikkksss…”

***

Esok harinya Sehun bangun dengan keadaan kacau. Kantung mata terlihat jelas di wajahnya, wajah lesu, dan mata sayu yang membuatnya terlihat seperti mayat hidup.

“Kau kacau sekali, hun” ucap Lay saat melihat Sehun keluar dari kamarnya.

“Ah, ne hyung.” Sehunpun duduk di bangku yang berada di sebrang bangku Lay.

“Luhan hyung kemana?”

“eoh Luhan, tadi pagi ia mendapat telephone dari Yeoja. Dan dengan ekspres dia langsung pergi. bahkan ia tidak sarapan,” jawab Tao sambil mengunyah sarapannya.

Yeoja? Perasaan Sehun semakin kacau. RAsanya ia semakin malas untuk berangkat ke sekolah. Ia yakin pasti yang di hubungi Luhan adalah Se Young. Yeoja mana lagi kalau bukan Se Young?. Luhan bukanlah seorang player, yang memiliki banyak kontak Yeoja.

Dengan malas Sehun berdiri dan berjalan kembali ke kamarnya, “Hyung, buatkan surat izin sakit dan antar ke sekolahku ya,” ucapnya sebelum memasuki kamar.

“Andwe! Itu criminal namanya, berbohong.” ucap Tao tegas.

“yang membuatnya tak perlu membayar sewa bulan ini,” pintupun tertutup dan Sehun mengurung dirinya. Dengan cepat Lay dan Tao mengambil pena san kertas.

“Aku yang akan membuatnya,” ucap Lay, “kau kan tak mau jadi kriminal.” tambahnya.

“Kau bergegaslah ke kampus, hal seperti ini tak akan membuatku menjadi seorang kriminal,” balas Tao.

Kebisingan di ruang makan tak mengusik Sehun yang meringkuk di ranjangnya.

***

Se Young sudah duduk berjam-jam di halte sector 7. Setelah tau Sehun sakit ia bertekat ingin menjenguknya dan menjelaskan semuanya. Chanyeol telah menceritakan segala hal yang Chanyeol tau kepadanya. Menurut Chanyeol, Sehun menjadi seperti itu karna cemburu dengan kedekatan Se Young dengan Jong Dae. Padahal sebenarnya Sehun seperti itu karna kedekatan Hyung terdekatnya dengan Yeojanya itu.

“eoh Se Young-ssi?” setelah sebuah bis berlalu dari halte tersebut, terdengar suara Luhan memanggilnya.

“Annyeong, Oppa”

“Apa yang kau lakukan disini?”

“em aku….” Se Young menahan ucapannya, “kau ingatkan Namjachingu pura-puraku itu?” Luhan tersenyum menjawab ucapan Se young.

“Ia aku ingat, yang tinggal di dekatku itukan?” Se Young mengangguk, “Kau habis pacaran di rumahnya?” kini Se Young menggeleng sedih. “Lalu apa yang kau lakukan disini?”

“Hari ini ia sakit, oppa.” Luhan mengerutkan dahinya, Sehun sakit? seingatnya tidak. “Aku ingin menjenguknya, tapi sayangnya aku tidak tau dimana letak pasti rumahnya itu.”

“Wah, kasihan sekali kau. Daripada sia-sia telah kesini, lebih baik kau mampir ke rumahku toh kau sudah seperti adikku,” tawar Luhan.

“Jeongmalyo, oppa?” jawab Se Young antusias. Sebenarnya ia inhin meminta Luhan untuk membantunya mencari rumah Sehun.

***

“Aku pulang,” Ini pertama kalinya Sehun kesal mendengar suara Luhan. Biasanya ia akan langsung berlari menyambut Luhan, akan tetapi kali ini ia tidak merespon sama sekali. Pikirnya, biarlah Luahn mengganggap rumah sedang kosong.

“Bukankah kau memiliki adik, Oppa? Tetapi rumahmu sepi sekali,” mata Sehun terbelalak, ia sangat tau siapa pemilik suara itu. Itu adalah suara dari Yeojanya, Lee Se Young!. Beraninya Luhan membawa Se Young kerumahnya, dengan geram Sehun mengintip Se Young dan Luhan yang sedang berada di ruang makan.

“Dia bukan adikku. Anak penyuka pedas itu pemilik rumah ini. Mana mungkin seorang Namja yang tidak jujur dengan hatinya bisa disebutg sebagai adikku,” Luhan memberikan secangkir teh untuk Se Young. Sehun dan Se Young tak mengerti dengan ucapan Luhan. Mungkin Sehun terlalu bodoh.

“Gomawo, oppa,”

“Jadi bagaimana kelanjutan cintamu?” Luhan melirik kamar Sehun, ia tau apa yang sedang Sehun lakukan. Yap! Menguping.

“Aku diputuskan, oppa. Ia tidak memberikanku kesempatan untuk bicara.” Sehun bingung dengan penuturan Se Young, bukankah seharusnya Luhan telah mendengar kabarf ia dan Se Young putus? Lalu siapa yang menelpon Luhan pagi ini?

“Bodoh” ucap Luhan dengan nada mengejek, “Namjamu itu bodoh Younga. Bodoh karna melepaskanmu dengan semudah itu.”

Se Young menitihkan air matanya, “tidak oppa, aku yang bodoh. Aku yang bodoh karna telat menyadari arti dari dirinya.” air mata mengalir tanpa ada isakan sedikitpun, “kau benar oppa, aku mencintainya, begitu juga dengannya. Kemarin ia marah padaku, ia pikir aku akan kembali dengan mantanku.” ucapannya terhenti, “eottokhe oppa? Ia memutuskanku oppa. Hiiikksss… Naneun jeongmal sarang sehunaaa oppa” Luhan mengelus pngung Se Young berusaha menenangkan gadis itu.

Sehun yang sedang mendengar di balik pintu kamarnya terdiam dan merasa tertampar oleh ungkapan Se Young, ia sadar ia yang terlalu bodoh karna mendengarkan pikirannya yang terlalu dangkal. Ia berjalan kea rah ruang makan, menghampiri Se Young dan menarik tangan gadis itu kepelukannya.

Kaget ditarik dengan paksa, Sed Young hanya diam mematung. “Aku meminta permintaan ketiga darimu,” Se Young mengangkat wajahnya dan menatap langsung ke mata Sehun, “Jadilah Yeojachinguku. Yeojachinguku yang sebenarnya, lupakan perjanjian bodoh kita. Jeongmal Saranghae, SeYounga.” Sehun mengecup dahi Se Young. SeYoung masih belum mengerti dengan situasi yanag baru saja sukses membuat jantungnya terpompa dengan sangat cepat, “karna kau hanya diam, aku anggap kau telah menerimaku!”

Mereka melupakan Luhan disana, Luhan memandang mereka dengan senyum bahagia dan puas, akhirnya kedua bocah itu telah jujur dengan perasaan masing-masing. “Hey Hentikan! Aku jijik melihat drama murahan kalian,” dengan canggung SeYoung melepas pelukan Sehun.

“Hyung! Setelah bertahun-tahun menyukai Yeoja ini, akhirnya ia membalas perasaanku hyung, bisakah kau tidak mengganggu momen kami? Dan apa tadi kau bilang, drama murahan?” Sehun menahan ucapannya, mengumpulkan kembali oksigen, “HIA XI LUHAN! KAU YANG MEMBUATKU MENYERAH DENGAN SEYOUNG!!! Yeoja yang menarik perhatianmu kau bilang? SADARLAH KAU! DIA YEOJAKU!” Dengan bangga dan merasa menang atas Se Young, Sehun menghampiri Luhan sambil menunjuk-nunjuk kea rah Luhan.

“Kau saja yang bodoh,” jawab Luhan mengejek, “Aku hanya ingin mengetes kadar cintamu, bodoh. Pabo!” Luhan pergi setelah memberi sebuah sentilan ke kepala Sehun.

“Kalau hanya mengetes, untuk apa kau selalu memberiku kode bahwa kau menyukainya!. Dan yeoja mana yang tadi pagi kau temui?” Sehun bertanya sambil menatap punggung Luhan yang siap memasuki kamar.

“Itu eommaku. Kau memang sangat sangatlah bodoh OH SEHUN!, kan aku sudah lama bilang, eommaku aku mengunjungiku ke Korea. Dan hari inilah harinya.” Luhan masuk ke kamar dan meninggalkan Sehun yang benar-benar terlihat bodoh.

“Kau memang bodoh Oh Sehun,” Sehun memandang Se Young. “Aku menarik ucapanku. Kalau kau sebodoh ini, aku malu menjadi Yeojamu.” Sehun membelalakan matanya. “APA EOH?” SeYoung membulatkan matanya, “Bagaimana bisa kau tidak masuk hanya karna pemikiran bodohmu itu? Kau menyimpulkan tadi pagi Luhan oppa menemuiku?. Kau benar-benar.”

Sehun menggaruk punggung kepalanya dengan canggung, “Mianhae, apakah kau tak tau sebuah kata cemburu?” Sehun mengedarkan pandangannya ke segala arah, mengindari mata SeYoung. Ia benar-benar malu.

Se Young memeluk Sehun, “Kau imut sekali kalau sedang malu seperti ini, hun.”

Sehun melepas pelukan SeYoung dan memegang kedua lengan gadis itu, “Wae?” Tanya SeYoung canggung. Sehun memajukan wajahnya dan mendaratkan sebuah kecupan manis di bibir gadis itu. Sehun melepas kecupannya, memberikan senyum terbaik untuk Yeojanya. “saranghae Lee Se Young.”

Se Young membalas senyum Sehun, “Oh Sehun…”

Dengan jarak yang masih dekat, SeYoung mendekatkan wajahnya dan mencium Sehun dengan spontan dan agresif. Sehun hanya bisa melotot karna perbuatan SeYoung. Gadisnya ternyata bukan hanya sekedar ratu gossip, tetapi ratu gossip yang juga pandai mencium.

-FIN-

Gossip Girl #4

***

Hebat! Hari ini Se Young melihat gerbang sekolahnya kembali berwarna merah muda

bahkan dengan balon balon yang tergantung di atas gerbang sekolah.Sepertinya efek dari

10 hari sangat berpengaruh pada Se Young.

***

Se Young duduk di bangkunya sambil menghirup aroma sedap dari kotak bekal yang ia

bawa.

“Ini kan hari kamis,” tutur Eunji yang heran melihat Se Young.

“Kamis?”

“Lihat ini,” Eunji menunjukan layar handphonenya pada Se Young dan se young langsung

melotot terkejut, bukan karena fakta bahwa hari ini adalah hari kamis namun karena

wallpaper pada handphone Eunji. Sangat jelas di sana gambar Eunji dan Chanyeol yang

melakukan selca dengan mesranya. Dan orang bodoh pun pasti akan tahu bahwa ada

hubungan yang spesial hanya dengan melihat foto itu saja.

“Hiaaa, eunjiya, kenapa kau tidak menceritakannya kepadaku!”

Eunji yang awalnya bingung dengan ucapan temannya itu langsung tersadar apa yang di

maksud oleh sahabatnya itu

“mianhae Se Young,” eunji berbicara mendekat kepada Se Young “Chanyeol memintaku

untuk merahasiakan hal ini, dia tidak mau kau jadikan bahan gosip.”

“Dasar Park Chanyeol!Ia sama jahatnya dengan sahabatnya itu.”Se Young pasti sudah

menghampiri Chanyeol dan melemparinya dengan ocehan jika saja Eunji tidak menahannya

dan membuatnya kembali duduk diam di bangkunya.

“Mianhae SeYounga,”

Untung saja amarah Se Young bisa reda tanpa harus berhadapan dengan Chanyeol.

Sinar matahari tidak terlalu menyengat kulit Sehun dan Se Young yang sedang duduk di

atas atap sekolah.

“Apakah kau tahu, karena kita bersimbiosis mutualisme ada pasangan baru lagi yang

muncul di muka bumi ini.”Ucap Se Young sambil memandang ke langit.

“Apa yang sebenarnya kau biacarkan?Bertele tele sekali.Kau pasti sedang menyinggung

tentang Chanyeol dan Eunji yang berpacaran bukan?” ucap Sehun yang tetap fokus dengan

bekal yang dibawakan SE Young.

“Kau hebat sekali bisa tahu akan hal itu dank au terlihat tenang tenang saja.”

“Hiaa, apa yang harus kau khawatirkan?Mereka yang menjalin hubungan mengapa kau

yang terlihat pusing?”

“Aku takut Eunji nantinya hanya akan dikerjai oleh sahabat sang iblis, teman iblis bisa saja

menjadi sama jahatnya dengan sang iblis.”

“Hentikan membicarakan tentang mereka,” ucap Sehun sambil menutup kotak

bekalnya.“Hari ini kamis dan kau membawakan ku bekal?”

“Ya, aku saja sampai membawa pelajaran hari jumat.”

“ini,” Sehun memberikan kotak bekal itu kepada Se Young. “Pulang sekolah nanti tunggu

aku, aku akan membalas bekal itu.”

“Apa? Ada apa denganmu? Kau sangat aneh bertingkah seperti itu.”

“Sudahlah jangan banyak bicara dan lakukan saja yang aku katakana.Aku pergi duluan ke

kelas.” Ucap Sehun lalu ia beranjak pergi. Siapa sangka, saat Se Young hanya melihat

punggung Sehun yang semakin menjauh ternyata di sana ada senyum bahagia yang terukir

di wajah Sehun.

***

“Se Young, kau belum pulang?” tanya Baekhyun yang memasuki kelas dengan membawa

kertas sambil mengecek kebersihan kelas 2-2

“ah, kau pasti menunggu Sehun. Baiklah, selamat menunggu aku harus pergi sekarang

masih banyak kelas yang harus aku cek kebersihannya.”

“Sunbaenim,” panggil Se Young pelan namun masih bisa terdengar oleh Baekhyun

“Ya, ada apa?”

“Aku mau minta maaf karena telah menggosipkanmu dengan Teoyon eonni.”Ucap se

Young dengan nada menyesal.

“Kau tidak menggosipkanku Se Younga, kau hanya membantuku untuk

mempublikasikannya.”Baekhyun berkata lembut sambil tersenyum lalu pergi untuk

melanjutkan tugasnya.

Mendengar hal itu Se Young sedikit tenang dan tanpa sadar ia tersenyum sendiri hanya

karena ucapan Baekhyun tadi. Dan sepasang mata menatapnya dengan cemburu dari pintu

kelas 2-2

“Kau ingin terus tersenyum hingga bibirmu itu kering.”

“Hiaa, mengapa kau lama sekali!”Se Young sedikit terkejut dengan kedatangan sehun yang

tiba tiba dan yang memergokinya sedang tersenyum sendirian.

***

Sehun memandangi Se Young diam diam. Kini Se Young tepat duduk di samping duduk di

bangku halte bus.sehun tapi Sehun sangat yakin bahwa hati dan pikiran Se Young sedang

tidak ada di sini. Hanya sisa sepuluh hari lagi masa pendekatannya dengan se Young dan ia

tidak yakin apakah waktu itu cukup baginya.

“Sehuna, bis apa yang kau naiki?” tapi Sehun sama sekali tidak mendengar pertanyaan Se

Young

“Sehuna!” bentakan kecil dari Se Young membuat kesadaran Sehun kembali “Apa yang

kau katakan?”

“kau naik bis apa?” ucap Se Young dengan penekanan di setiap katanya.

“197A”

“benarkah? Di mana rumah lu?”

“Sektor 7A”

“Benarkah?”

“Ya tentu saja.Lihat, bus kita sudah datang.Ayo kita pergi.”Ucap sehun yang langsung

menggandeng tangan Se Young.Se Young terkejut dengan tindakan yang dilakukan Sehun

hanya bisa diam tanpa protes dan mengikuti Sehun memasuki bus.

Mereka pun mengambil bangku paling belakang.

“Bagaimana kau tahu aku juga naik bus ini?”Se Young pun memecah keheningan di antara

mereka.

“Park Chanyeol, ia memberitahuku ketika mengantar Eunji ke rumahmu. Katanya

rumahmu ada di sekitar sector 5B”

Dan keheningan pun terjadi lagi di antara mereka hingga bus berhenti di halte selanjutnya.

Seorang namja dengan tubuh tinggi tegap memasuki bus dan berjalan kearah mereka atau

yang lebih tepatnya hanya memandang ke arah Se Young dan sebaliknya Se Young juga

menatap ke arah namja itu.

Sehun yang menyadari akan hal itu langsung mengalihkan perhatian Se Young

“Hiaa, mengapa kau melihat namja itu?”

“apa? Aku?”

“Ya, lihat saja, kau sampai tidak fokus hanya karena melihat namja itu.Siapa dia?”

Pertanyaan Sehun belum di jawab oleh Se Young karena namja itu sekarang sudah berada

di depan mereka

“Lee Se Young! Benar itu kau!” seru namja itu bahagia.“Aku sama sekali tidak menyangka

bisa bertemu denganmu lagi. Sudah lama sekali bukan,”

Se Young hanya tersenyum malu malu sepertinya Se Young masih sedikit terkejut dengan

kedatangan namja itu dan di sisi lain Sehun terlihat tidak senang apalagi dengan senyum Se

Young yang ia berikan kepada namja itu.

“Ne, oppa.Aku juga kaget kau ada di sini dan aku tidak menyangka kita dapat bertemu

seperti ini.”

“Apa nomor handphonemu masih seperti dulu?”

“Ne, aku tidak pernah menggantinya oppa, kau tahu nomor itu kau yang berikan dan aku

sangat tidak rela bila harus menggantinya dengan yang baru

Apa! Hey Lee Se Young bisa bisanya kau bersikap sok manis di depan namja lain padahal

kekasihmu ada di sampingmu saat ini gerutu Sehun di dalam hatinya.

Tidak tahan melihat adengan perjumpaan mereka berdua Sehun berdehem cukup kencang

untuk menyadarkan kedua manusia itu bahwa ada manusia lain yang sedang duduk dan

melihat semua adengan memuakan yang baru saja terjadi.

“oh, oppa perkenalkan ini Oh Sehun. Dan sehun dia ini sunbaenimku, Kim Jong Dae”

Kedua namja itu hanya saling mengangguk dan tersenyum singkat. Lalu Jong Dae memilih

untuk duduk di depan bangku mereka karena dari tadi ia belum sempat duduk.

Mereka bertiga hanya duduk dalam diam tanpa ada satu pun yang memulai pembicaraan

hingga halte selanjutnya.

“Oppa, aku harus pergi lebih dulu.Lain kali kita bertemu lagi ok!”Se Young berbicara pada

Jong Dae lalu turun dan diikuti oleh Sehun.

“siapa Kim Jongdae itu?” tanya Sehun yang sedaritadi berjalan di belakang Se Young.

“eh, ku kira kau masih di dalam bis.” Se Young sepertinya sama sekali tidak menyadari

Sehun yang dari tadi berjalan di belakangnya.

“Kau benar benar aneh setelah bertemu dengan pria itu.Dia pasti mantan pacarmu.”

Mendengar hal itu Se Young langsung berhenti dan membuat Sehun hampir menabrak Se

Young yang di depannya

“Hey! Mengapa kau berhenti tiba tiba.”

“Bagaimana kau tahu bahwa aku mantan pacarnya?” sepertinya Se Young tidak menyadari

kekesalan Sehun dan malah balik bertanya dengan polosnya.

“Orang bodoh juga akan bisa melihat kalau kalian memiliki hubungan di masa lalu.” Ucap

sehun sambil berjalan ke depan dan meninggalkan Se Young di belakang.

“Hey, Oh Sehun mengapa kau turun di sini?Sector 7A masih sangat jauh dari sini.”Ucap Se

Young yang kini sudah berjalan beriringan dengan Sehun.

“Bukankah aku bilang aku ingin membalas bekalmu?Dengan ini aku membalasnya, dengan

menjadi bodyguardmu.”

Se Young tidak menjawab lagi, ia hanya mengangguk pelan dan kembali berjalan dalam

diam. Tapi beberapa saat kemudian Se Young mulai berbicara lagi

“Apa kau benar tinggal di sector 7A?”

“Tentu saja, mengapa kau tidak percaya?”

“Oh, tidak. Aku kenal seorang namja yang tinggal di sector 7A. aku sempat berpikir bahwa

kau juga mengenalnya. Ia lebih tua dari kita tapi ia sangat baik dan ramah, dan aku yakin

percuma saja aku mengatakan siapa dia aku yakin kau sama sekali tidak mengenalnya.”

Selagi Se Young terus berbicara Sehun sedari tadi menahan rasa cemburunya karena Se

Young membicarakan namja lain. Rasa cemburu di bus belum hilang dan sekarang ia

membicarakan namja lainnya.

“tapi aku benar benar penasara, apakah kau mengenal namja itu? Sector 7A itu tidak begitu

besar seharusnya orang orang di sana akan saling mengenal satu dengan yang lainnya.”

“Hey, Lee Se Young! Bisakah kau berhenti membicarakan tentang namja!” ucap sehun

tegas tepat di depan wajah Se Young.

“ada apa denganmu?” ucap se young sambil mundur selangkah.

“sepertinya kau mengenal begitu banyak namja.”

“Kau benar, hampir 65% temanku adalah pria.Mungkin karena dari kecil aku ini tomboy.”

Se Young tiba tiba berhenti berjalan lagi, Sehun hampir ingin membentak Se Young lagi

karena berhenti dengan tiba tiba.

“Tada… ini rumahku” ucap se Young sambil merentangkan kedua tangannya menunjuk

kearah rumahnya.“Aku sudah sampai, sekarang tugasmu menjadi bodyguardku sudah

selesai kau bisa kembali pulang.”

“Se Young,”

“Ne,”

“Apa aku bisa meminta permintaan kedua?”

“Baiklah, apa yang ingin kau minta?”

Sehun maju selangkah mendekati Se Young dan tanpa diduga Sehun menempelkan

bibirnya di bibir kecil Se Young.Kecupan singkat yang mampu membuat Se Young kaget

setengah mati dan jantung berdetak tidak karuan.

Sekarang sehun menatap Se Young dalam dalam, “jangan melihat kearah lain, hanya lihat

kearah ku saja. Kau mengerti.”Sehun benar benar aneh satu hari ini dan kejadian beberapa

menit yang lalu adalah keanehan terbesar yang pernah dialami Se Young.Tapi bukan itu

masalahnya sekarang, tapi perasaan aneh yang mengelitik Se Young perasaan aneh yang

membuat jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya dan permintaan kedua Sehun

semakin membuatnya hampir gila.

TBC

GOSSIP GIRL #3

“Se Young, gomawo.” Ucap Sehun sambil memberikan tempat bekal yang sudah tertutup rapi kepada Se Young dan hendak pergi kembali ke kelas.

“Sehun,” Se Young menahan Sehun pergi “Apa kau benar menyukai bekal yang aku buatkan?” se Young ingin memastikan sekali lagi.

“Ya, tentu saja,” ucap Sehun sambil mengacak acak rambut Se Young. Sehun menunduk sedikit untuk mensejajarkan wajahnya dengan Se Young “Bagaimana kau tahu bahwa aku sangat suka pedas?” ucap Sehun dengan senyum penuh kemenangan dan pergi kembali ke kelasnya sedangkan Se Young menjatuhkan kepalanya ke atas meja dan merutuki dirinya sendiri yang begitu bodoh!

***

Flashback

Se Young bercerita pada Luhan bahwa ia akan mengerjai laki laki menyebalkan dengan bubuk cabai yang ia beli, atau lebih tepatnya Luhanlah yang membeli bubuk cabai itu.

“Bisakah kau bayangankan ia akan kepedasan dan menyesal karena telah menjadikan aku sebagai pacarnya!”Se Young berkata dengan semangat yang membara.

“Apa kau benar akan melakukan hal itu?Walaupun hanya pura pura tapi tetap saja ia adalah pacarmu?”Luhan tampaknya tidak begitu setuju dengan ide Se Young yang ingin mengerjai Oh Sehun.

Se Young tidak menjawab lagi, mereka hanya berjalan dalam diam walau dalam diri Se Young ia juga memikirkan perkataan Luhan. Memang kelihatannya sangatlah jahat. Tapi Se Young buru buru menghilangkan pikiran itu, ia tidak boleh hilang keyakinan untuk  menjalankan misinya itu. Lagipula Oh Sehun itu iblis jadi ia pasti tidak masalah dengan hal yang kejam seperti itu.

Tidak betah dengan kesunyian yang terjadi diantara mereka, Se Young mencoba membuka percakapan.

“Ehm, jadi apa kau membeli bubuk cabai itu untuk ibumu?”

“Oh, tidak, aku membelinya untuk memasakan makanan untuk adikku.”

“Adikmu suka pedas?”

“Yup!Pencinta pedas nomor satu yang pernah aku kenal!” dengan bangganya Luhan memperkenalkan adiknya sebagai pencinta pedas. Jika ada perlombaan pasti Luhan akan mencalonkan adiknya itu ke dalam perlombaan itu.

***

Ternyata gerbang sekolah hanya berwarna merah muda sehari saja, sisanya kembali seperti semula.Gerbang itu kembali berwarna hitam bahkan semakin kelam.Se Young selalu berusaha menjahili Sehun tapi yang ada hanya kegagalan, kegagalan dan kegagalan.

Se Young menyembunyikan payung Sehun saat hari hujan, tapi yang ada mereka malah menjadi best couple Chungu High School dikarenakan pulang sepayung berdua di tengah hujan.

Se Young mengupload semua pesan singkat yang berisi kutukan dari Sehun untuknya tapi satu sekolah malah memuji cara berpacaran mereka yang unik. Bahkan ada seorang adik kelas yang diam diam menemui Se Young hanya untuk bertanya bagaimana cara berpacaran yang baik dan benar dan menyenangkan seperti yang Se Young dan Sehun lakukan.

Sebenarnya apa yang harus Se Young lakukan untuk bisa menghancurkan iblis Oh Sehun!

***

“Eunjiya, aku lelah,” ucap Se Young di tengah tengah pelajaran sejarah yang ada begitu banyak catatan yang harus dicatat.

“Aku juga,” ucap Eunji tapi tetap fokus menulis apa yang gurunya catat di papan tulis.

“Bukan masalah catatan,”

“lalu?” Eunji sempat menoleh ke arah Se Young yang duduk di sampingnya.

“aku lelah menjadi kekasih pura pura Oh Sehun,” ucap Se Young sambil berbisik. Ia tidak mau urusan ini sampai ketahuan oleh orang orang atau tidak urusannya akan semakin panjang.

“Apa?” fokus Eunji kini benar benar berubah kepada Se Young

“Kau dan Sehun hanya…” Eunji belum menyelesaikan kalimatnya karena Se Young meletakan telunjuknya didepan bibirnya tanda bahwa Eunji tidak boleh membicarakannya di sini.

Setelah bel berbunyi Eunji langsung menarik tangan Se Young dan membawanya ke atas atap sekolah. Mungkin itu tempat yang paling tepat agar orang lain tidak dapat mendengar apa yang mereka bicarakan. Begitu sampai atap Eunji langsung melipat tangannya di dada dan menatap Se Young kesal.

“Sudah cukup lama kalian berpacaran dan sekarang kau  baru mengatakan padaku bahwa kalian hanya berpura pura?” Eunji merasa kesal karena Se Young sama sekali tidak memberi tahunya akan hal itu.

“Mianhaeyo, aku terpaksa melakukannya. Kau tahu Oh Sehun akan membunuhku jika ia tahu aku memberitahu orang lain.”

“Tapi Se Young aku ini sahabatmu.Apa aku tidak cukup kau percaya untuk menjaga rahasiamu itu?”

“Mianhaeyo, aku tahu aku salah, aku akan lakukan apa pun.”Ucap Se Young sambil menyenggol nyenggol Eunji dengan sikunya berusaha membujuk sahabatnya itu untuk berdamai dengan dirinya.

“Baiklah, aku akan memaafkanmu, tapi kau harus menceritakan semuanya kepadaku.Tidak ada yang kau tinggalkan bahkan titik dan koma pun tidak boleh kau tinggalkan.”

Akhirnya Se Young menceritkan semuanya kepada Eunji.Mendengar semua cerita itu Eunji benar benar tidak habis pikir dengan kelakuan sahabatnya itu dan kekasih palsunya itu.

“Eotteokhae?” Se Young bertanya dengan lirih

“Kau harus bersabar, lagipula ini hanya sebulan bukan? Nikmati saja, banyak gadis yang ingin berpacaran dengan Sehun dan kau sangat beruntung bisa mendapatkan Oh Sehun sang iblis pujaan hatimu itu.”Bukannya membantu Eunji malah semakin memanas manasi Se young.

Bukankah lebih baik mendengarkan perkataan sahabatmu?Ada pepatah yang mengatakan terkadang sahabat lebih memiliki arti dibandingkan keluarga.Se Young kini setuju dengan pepatah itu.Sudah hampir tujuh tahun Se Young bersahabat dengan Eunji, ketika Eunji pindah ke Seoul dari Busan.Dan tidak ada satu saran pun dari Eunji yang mengecewakan Se Young bahkan sampai saat ini.Selain menjadi sahabat Eunji telah menjadi penasihat pribadi Se Young yang rela bekerja tanpa perlu di gaji.

Lee Se Young memutuskan untuk membuat semuanya mengalir apa adanya. Ia tidak akan mikirkan sisa waktu satu bulannya bersama Sehun dan ia akan kembali menjadi Se Young yang biasa. Se Young sang ratu gosip, Se Young sang siswi di sekolahnya ah! Dan satu lagi! Se Young yang harus menghabiskan waktu istirahat keduanya bersama Oh Sehun tapi itu tak mengapa, ia akan menganggap seperti bermain dengan teman baru walau Se Young tidak akan bisa bersikap ramah kepada Sehun.

Lee Se Young memasuki kelas 2-5 seperti biasanya. Hari ini adalah hari selasa jadi tidak akan ada bekal buatan Se Young, namun Se Young harus tetap setor muka kepada Sehun.

“Sehuna, gadismu datang.” Ucap Chanyeol dengan suaranya yang begitu keras, ia bukan hanya memberitahukan kepada Sehun tapi kepada seisi kelas dan semua mata akhirnya menuju kepada Se Young yang berdiri di depan pintu kelas. Tapi Sehun masih saja fokus dengan handphone yang dipegangnya.

“Hey, Oh Sehun!” begitu mendengar Se Young memanggilnya Sehun langsung memasukkan handphonenya ke saku bajunya

“Apa yang baru saja kau lihat?” tanya Se Young yang sekarang sudah duduk di sebelah Sehun.

“bukan apa apa,” Sehun terlihat sedikit panik

“Hey, ayolah jujur padaku atau apa kau ingin gosip ini tersebar ke seluruh sekolah? Oh Sehun sang pangeran tampan ternyata suka menonton video yang bukan bukan,” Se Young mengatakannya dengan semangat, ia sangat senang bisa memojokan Sehun

“Hey! Apa kau mau cari mati! Itu semua adalah gosip! Dasar ratu gosip”

“aku memang ratu gosip! Mengapa?Kau tidak senang? Aku Lee Se Young sang ratu gosip adalah pacar dari Oh Sehun, kau tidak suka dengan hal itu? Kalau begitu putuskan saja aku!” ucap Se Young dengan kesal

“ini,” Sehun tidak membalas Se Young. Ia malah memberikan uang 10000 won kepada Se Young

“Apa ini?Kau ingin membuatku menutup mulut dengan uang?” sepertinya emosi Se Young masih belum surut.

“Daripada kau terus berkicau di sini lebih baik kau pergi ke kantin belikan aku kue dan cola.”

Se Young meremas uang 10000 won itu di tangannya dan menunjukan ekspresi tidak suka kepada Sehun

“Cepat!Apa lagi yang kau lihat?”

Se Young akhirnya menurut.Ia melangkah dengan kesal ke kantin sambil mengerutu sendiri.

“Lihat dia, orang akan menganggap dia gila jika ia berkomat kamit seperti itu sambil berjalan,” ucap Chanyeol sambil menghampiri Sehun

“Biarkan saja dia,” ucap Sehun seperti tidak peduli.

“Sehun, sampai kapan kau akan mempermainkannya?”

“Aku?Mempermainkannya?Aku tidak pernah melakukannya.Ini bukan permainan.Ini adalah perjalanan.Perjalanan menuju kebahagiaanku.”

Ini adalah hari ke lima belas Se Young menjadi kekasih Sehun dan sekeras apa pun Se Young membuatnya mengalir saja, ternyata hal itu lebih sulit dari yang dibayangkan.

“Aku sangat yakin sehun itu peranakan iblis!” keluh Se Young kepada Eunji.

“Jahat sekali ucapanmu, bagaimanapun dia manusia ciptaan Tuhan.”

“Aku yakin ia pengecualian, kau bisa lihat bukan apa yang baru saja terjadi?”

“Se Young aku yakin Sehun bukan ingin mempermalukanmu, pelukan itu untuk menolongmu.”

FLASHBACK

“kau benar tentang Naeun yang kemarin. Dia ditolak oleh Taemin oppa,” tutur seorang yeoja yang sedang berjalan bersama dengan Se Young dari beberapa yeoja yang lainnya.

“Hey, bukankah itu Soo Naeun?” tanya salah satu yeoja itu.

“Iya, itu dia.”

Soo Naeun gadis yang menjadi korban dari Se Young terlihat sedang berjalan dengan langkah yang besar besar dan matanya terfokus kepada Se Young. Se Young sudah menyadari hal itu dan di dalam hatinya ia sudah sangat panik. Tapi Se Young tidak bisa menunjukan hal itu karena bisa bisa reputasinya langsung hancur begitu saja.

“lee Se Young,” terdengar suara Oh Sehun dari belakang Se Young

“Ne,” Se Young membalikan badannya karena ada yang memanggilnya tapi tepat saat Se Young berbalik ia sudah berada dalam pelukan Oh Sehun.

“Aku sangat merindukanmu, rasanya sudah bertahun tahun aku tidak melihatmu.Bogosipheosseo.”

Se Young yang merasa tidak nyaman berusaha mendorong Sehun dan keluar dari pelukannya tapi hal itu malah membuat Sehun memeluknya semakin erat dan membuat orang orang yang ada di sekitar sana menyoraki mereka berdua.

“Oh Sehun, aku tidak bisa bernafas,”

“Mianhae,” Sehun mengucapkannya tepat di telinga Se Young dan langsung melepaskan pelukannya dan pergi meninggalkan Se Young.

Bukankah itu hal yang biasa bila kekasih kita memikirkan pasangan kita?Bukankah itu hal yang biasa bila kita peduli pada pasangan kita atau bukankah itu adalah hal biasa bila kita memeluk pasangan kita?

Lagi lagi Se Young memikirkan perkataan sahabatnya itu. Kali ia memikirkan semuanya di dalam bis. Duduk di pojok dan melihat ke luar jendela.

“Chogiyo…” sebuah tangan melambai di depan mata Se Young dan membuyarkan lamunan Se Young.

“hah, Luhan ssi,”

“Tidak baik seorang yeoja melamun sendirian di dalam bis.”Ucap Luhan yang sekarang sudah duduk di samping Se Young.“Kau murid Chungu high School?”

“Ne,”

“jadi ingin berbagi cerita denganku?”

Se Young menceritakan semua yang Sehun lakukan.mulai dari kegagalannya untuk mengerjai bekal Sehun hingga pelukan yang membuat Se Young malu setengah mati.

“Aku sangat yakin ia mencintaimu,”

“Cinta?Suka padaku saja tidak mungkin.Ia hanya senang mempermainkan aku setiap harinya.”

“Se Young kau harus membuka hatimu dan melihat dari sudut pandang yang berbeda.Aku sangat yakin bahwa ia sangat mencintaimu.”

“Tidak mungkin oppa, Ia hanya menjaga reputasinya saja.Aku yakin ia tidak ingin disebut player.”

“Benarkah?Aku ini juga laki laki dan semakin cepat waktu berpacaranmu kau akan di anggap semakin keren.”

“Benarkah?” tapi Se Young sama sekali tidak percaya bahwa Sehun memegang prinsip itu. Ia sangat yakin Sehun tidak memutuskannya hanya karena ia masih ingin mempermainkannya saja

“Kau ini kelas berapa?”

“Aku kelas dua.”

“Berarti kau sama dengan adikku, adikku juga kelas dua.”

Se Young hanya mengangguk dan kembali melihat keluar jendela.

“hmm, bolehkah aku bertanya sesuatu?”

“ya,”

“Apa yang kau rasakan saat namja itu memelukmu?”

Hening-Se Young terdiam dan merasakan sesuatu di benaknya

“Hangat-“ ucap Se Young pelan tapi pasti.

***

From : HunDe

Hey tukang gosip, apa kau ingin tidur terus dan melepaskan para yeoja yang menunggumu?

Se Young selalu mengawali pagi dengan pesan aneh dari Sehun. Pesan dari Sehun bagaikan alarm pagi hari untuknya.

To     : HunDe

Hey, iblis, ketahuilah aku sudah bangun sebelum pesan dari neraka ini sampai

Sudah 20 hari se young menghabiskan hari harinya sebagai kekasih bohongan Sehun. Awalnya sedikit berat namun kini Se Young sudah bisa menjalaninya dengan biasa saja seperti menjalani kehidupannya yang biasa, entahlah seperti Sehun sudah menjadi bagian dari hidup Se Young yang ia sendiri sama sekali tidak menyadari akan hal itu.

“Sisa sepuluh hari lagi Se Young, FIGHTING!” ucap se Young di depan kaca di kamarnya, ia menyemangati dirinya sendiri.

***

Hebat! Hari ini Se Young melihat gerbang sekolahnya kembali berwarna merah muda bahkan dengan balon balon yang tergantung di atas gerbang sekolah.Sepertinya efek dari 10 hari sangat berpengaruh pada Se Young.

TBC, sampai jumpa di chap berikutnya!